Makalah SCADA


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang SCADA Makalah ini telah penulis  susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah  ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang SCADA ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.





DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
B.     Rumusan masalah
C.     Tujuan
BAB II  PEMBAHASAN
A.    Devinisi SCADA
B.     perkembangan SCADA
C.     Komponen yang ada pada SCADA
D.    Hubungan yang terjadi pada SCADA
E.     manfaat pada system SCADA
F.      Protokol pada system SCADA
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
 Industri merupakan bidang yang memiliki fungsi dan pengaruh yang sangat vital dalam bidang perekonomian di seluruh dunia. Industri merupakan proses membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Seiring dengan peningkatan populasi di dunia, kebutuhan akan barang juga meningkat. Hal ini memacu pertambahan jumlah dari industri-industri barang. Sebelum teknologi berkembang secara pesat seperti sekarang ini, industry masih sangat bergantung kepada manusia dalam pengoperasian mesin-mesin industri. Kebergantungan ini memiliki kelemahan pada proses industri yang sulit dilakukan oleh manusia. Masalah terjadi saat sebuah proses di dalam industry memerlukan respon yang cepat terhadap situasi atau perubahan yang terjadi di lapangan. Manusia dalam hal ini sebagai aktor utama,sejatinya memiliki keterbatasan untuk melakukan kegiatan monitor,pengawasan dan mengontrol secara bersamaan. SCADA merupakan suatu solusi yang dibuat oleh manusia untuk mengatasi masalah-masalah tersebut yang terjadi di industry.
1.      SCADA merupakan suatu sistem pengendalian alat secara jarak jauh, dengan kemampuaApa divinisi SCADA
2.      Apa divinisi SCADA
n memantau data-data dari alat yang dikendalikan. SCADA merupakan bidang yang secara kontinyu selalu dikembangkan di seluruh bagian dunia pada berbagai tipe industri yang menghabiskan bertrilyun-trilyun rupiah. Dengan SCADA, sebuah industri dapat berjalan lebih terintegrasi dan terkontrol meskipun daerah yang terlingkupi sangat luas dan susah untuk dijangkau oleh manusia.
SCADA  telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang industri. Mulai dari sistem pembuangan air limbah kota, pengolahan minyak dan gas, pendistribusian listrik kota, pengontrolan dan pengawasan sistem lalu lintas kota dan kereta api dsb.


1.2  Rumusan masalah
            Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah :
1.      Apa divinisi SCADA?
2.      Bagaimana perkembangan SCADA?
3.      Komponen apa-apa saja yang ada pada SCADA?
4.      Hubunganyang terjadi pada SCADA?
5.      Apa saja manfaat pada system SCADA?
6.      Protokol pada system SCADA?
1.3  Tujuan
            Adapun tujuan pada pembuatan makalah ini adalah untuk mengusai hal-hal yang telah di
Dipaparkan oleh rumusan masalah diatas.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi SCADA
SCADA (SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION ) adalah suatu sistem pengakuisisian suatu data untuk digunakan sebagai control dari sebuah obyek. Sistem SCADA yang paling sederhana yang mungkin bisa dijumpai di dunia adalah sebuah rangkaian tunggal yang memberitahu anda sebuah kejadian (event). Sebuah sistem SCADA skala-penuh mampu memantau dan (sekaligus) mengontrol proses yang jauh lebih besar dan kompleks.
2.2  Perkembangan SCADA
SCADA telah mengalami perubahan generasi, dimana pada awalnya design sebuah SCADA mempunyai satu perangkat MTU yang melakukan Supervisory Control dan Data Acquisition melalui satu atau banyak RTU yang berfungsi sebagai (dumb) Remote I/O melalui jalur komunikasi Radio, dedicated line Telephone dan lainnya. Generasi SCADA pertama ini disebut monolitik.
Generasi berikutnya yaitu jaringan, membuat RTU yang intelligent, sehingga fungsi local control dilakukan oleh RTU di lokasi masingmasing RTU, dan MTU hanya melakukan sury control yang meliput beberapa atau semua RTU.  Dengan adanya local control, operator harus mengoperasikan masing-masing local plant dan membutuhkan MMI local.Banyak pabrikan yang mengalihkan komunikasi dari MTU – RTU ke tingkatan MMI (Master) – MMI (Remote) melalui jaringan microwave satelit. Ada juga yang mengimplementasi komunikasinya pada tingkatan RTU, karena berpendapat bahwa kita tidak bisa mengandalkan system padter, dan komunikasi pada tingkatan computer (MMI) membutuhkan banwidth yang lebar dan mahal.
Dengan majunya teknologi dan internet saat ini, concept SCADA diatas berubah menjadi lebih sederhana yang disebut dengan generasi ketiga “terdistribusi” dan memanfaatkan infrastruktur internet yang pada saat ini umumnya sudah dibangun oleh perusahaanperusahaan besar seperti Pertamina. Apabila ada daerahdaerah atau wilayah yang belum terpasang infrastruktur internet, saat ini dipasaran banyak bisa kita dapatkan Wireless LAN device yang bisa menjangkau jarak sampai dengan 40 km (tanpa repeater) dengan harga relatif murah. Setiap Remote Area dengan sistem kontrolnya masingmasing yang sudah dilengkapi dengan OPC (OLE for Process Control; OLE = Object Linking & Embedding) Server, bisa memasangkan suatu Industrial Web Server dengan Teknologi XML yang kemudian bisa dengan mudah diakses dengan Web Browser biasa seperti yang kita gunakan.
2.3 Komponen SCADA

Sebuah sistem SCADA memiliki 4 (empat) fungsi , yaitu:
1. Akuisisi Data,
2. Komunikasi data jaringan,
3. Penyajian data, dan
4. Kontrol (proses).

Fungsi-fungsi tersebut didukung sepenuhnya melalui 4 (empat) komponen SCADA,  yaitu:
1.    Sensor (baik yang analog maupun digital) dan relai kontrol yang langsung berhubungan dengan berbagai macam aktuator pada sistem yang dikontrol.
2.      RTUs (Remote Telemetry Units). Merupakan unit-unit “komputer” kecil  (mini), maksudnya sebuah unit yang dilengkapi dengan sistem mandiri seperti sebuah komputer, yang ditempatkan pada lokasi dan tempat-tempat tertentu di lapangan. RTU bertindak sebagai pengumpul data lokal yang mendapatkan datanya dari sensor-sensor dan mengirimkan perintah langsung ke peralatan di lapangan.
3.      Unit master SCADA (Master Terminal Unit - MTU). Merupakan komputer yang digunakan sebagai pengolah pusat dari sistem SCADA. Unit master ini menyediakan HMI (Human Machine Iterface) bagi pengguna, dan secara otomatis mengatur sistem sesuai dengan masukan-masukan (dari sensor) yang diterima.
4.      PLC atau Programmable Logic Control
5.      Jaringan komunikasi, merupakan medium yang menghubungkan unit master SCADA dengan RTU-RTU di lapangan

2.4 Hubungan Yang Terjadi Dalam SCADA
      A.  Akuisisi Data
Pada kenyataannya, kita membutuhkan pemantauan yang jauh lebih banyak dan kompleks untuk pengukuran terhadap masukan dan beberapa sensor digunakan untuk pengukuran terhadap keluaran (tekanan, massa jenis, densitas dan lain sebagainya).
Beberapa sensor bisa melakukan pengukuran kejadian secara sederhana yang bisa dideteksi menggunakan saklar ON/OFF, masukan seperti ini disebut sebagai masukan diskrit ataumas ukan digital. Misalnya untuk mengetahui apakah sebuah alat sudah bekerja (ON) atau belum (OFF),
konveyornya sudah jalan (ON) atau belum (OFF), mesinnya sudah mengaduk (ON) atau belum (OFF), dan lain sebagainya. Beberapa sensor yang lain bisa melakukan pengukuran secara kompleks, dimana angka atau nilai tertentu itu sangat penting, masukan seperti ini disebut masukan analog, bisa digunakan untuk mendeteksi perubahan secara kontinu pada, misalnya, tegangan, arus, densitas cairan, suhu, dan lain sebagainya.
Untuk kebanyakan nilai-nilai analog, ada batasan tertentu yang didefinisikan sebelumnya, baik batas atas maupun batas bawah. Misalnya, Anda ingin mempertahankan suhu antara 30 dan 35 derajat Celcius, jika suhu ada di bawah atau diatas batasan tersebut, maka akan memicu alarm (baik lampu dan/atau bunyi-nya). Terdapat empat alarm batas untuk sensor analog: Major Under, Minor Under, Minor Over, dan Major Over Alarm.
B. Komunikasi Data
Pada awalnya, SCADA melakukan komunikasi data melalui radio, modem atau jalur kabel serial khusus. Saat ini data-data SCADA dapat disalurkan melalui jaringan Ethernet atau TCP/IP. Untuk alasan keamanan, jaringan komputer untuk SCADA adalah jaringan komputer lokal (LAN - Local Area Network) tanpa harus mengekspos data-data penting di Internet.
Komunikasi SCADA diatur melalui suatu protokol, jika jaman dahulu digunakan protokol khusus yang sesuai dengan produsen SCADA-nya, sekarang sudah ada beberapa standar protokol yang ditetapkan, sehingga tidak perlu khawatir masalah ketidakcocokan komunikasi lagi.
Karena kebanyakan sensor dan relai kontrol hanyalah peralatan listrik yang sederhana, alat- alat tersebut tidak bisa menghasilkan atau menerjemahkan protokol komunikasi. Dengan demikian dibutuhkan RTU yang menjembatani antara sensor dan jaringan SCADA. RTU mengubah masukan-masukan sensor ke format protokol yang bersangkutan dan mengirimkan ke master
SCADA, selain itu RTU juga menerima perintah dalam format protokol dan memberikan sinyal listrik yang sesuai ke relai kontrol yang bersangkutan.

C. Penyajian Data
Sistem SCADA melakukan pelaporan status berbagai macam sensor (baik analog maupun digital) melalui sebuah komputer khusus yang sudah dibuatkan HMI-nya (Human Machine INterface) atau HCI-nya (Human Computer Interface). Akses ke kontrol panel ini bisa dilakukan secara lokal maupun melalui website. Bahkan saat ini sudah tersedia panel-panel kontrol yang TouchScreen.
         D. Kontrol
Kita bisa melakukan penambahan kontrol ke dalam sistem SCADA melalui HMI-nya. Bisa dilakukan otomasi kontrol atau otomasi proses, tanpa melibatkan campur tangan manusia.


2.5  Manfaat SCADA :
·         Memudahkan operator untuk memantau keseluruhan jaringan tanpa harus melihat langsung    ke lapangan.
·         Memudahkan pemeliharaan, terutama yang memerlukan pemadaman.
·         Mempercepat pemulihan gangguan.


2.6 Protokol pada sistem SCADA
Salah satu hal yang penting pada sistem SCADA adalah komunikasi data antara sistem remote ( remote station / RTU ) dengan pusat kendali. Komunikasi pada sistem SCADA mempergunakan protokol khusus, walaupun ada juga protokol umum yang dipergunakan. Protokol yang dipergunakan pada sistem SCADA untuk sistem tenaga listrik diantaranya :
  • IEC Standar meliputi IEC 60870-5-101 yang berbasis serial komunikasi dan IEC 60870-5-104 yang berbasis komunikasi ethernet.
  • DNP 3.0
  • Modbus
  • Proprietary solution, misalnya KIM LIPI, HNZ, INDACTIC, PROFIBUS dan lain-lain (wikipedia)


2.7 Istilah-istilah dalam SCADA

·         ASCII :
American Standard Code for Information Interchange. ASCII mendefinisikan pola rangkaian bit yang menotasikan karakter-karakter alfa numeris, kontrol, dan simbol-simbol khusus.
·         . COM :
  Communication. Port Com adalah suatu port yang digunakan untuk menyediakan komunikasi serial.
·         . EEPROM :
  Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. EEPROM dapat menyimpan data walau satu dayanya off. Data bisa dihapus dengan suatu sengatan listrik.
·         IO :
Input and Output.
·         IP :
Internet Protocol. Suatu protocol yang bersifat packet switched yang membentukbasis transmisi data pada Internet.
·         KB :
KiloBytes. Satu kilobyte = 1024 bytes.
·         PIC :
Programmable Interrupt Control.
·         RS-232 :
Suatu protokol komunikasi serial yang umum digunakan.
·         RTUs :
Remote Telemetry Units.
·         TCP :
Transmission Control Protocol. Suatu protokol koneksi primer pada Internet, berada di atas IP


   BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
            Adapun kesimpuulan pada makalah ini adalah
1.       SCADA (SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION ) adalah suatu sistem pengakuisisian suatu data untuk digunakan sebagai control dari sebuah obyek.
2.   Perkembangan SCADA
   SCADA telah mengalami perubahan generasi, dimana pada awalnya design sebuah SCADA mempunyai satu perangkat MTU yang melakukan Supervisory Control dan Data Acquisition melalui satu atau banyak RTU yang berfungsi sebagai (dumb) Remote I/O melalui jalur komunikasi Radio, dedicated line Telephone dan lainnya. Generasi SCADA pertama ini disebut monolitik.
3.      Komponen SCADA
·                  Akuisisi Data,
·         Komunikasi data jaringan,
·         Penyajian data, dan
·         Kontrol (proses).
4.      Manfaat SCADA :
·         Memudahkan operator untuk memantau keseluruhan jaringan tanpa harus        melihat langsung    ke lapangan.
·         Memudahkan pemeliharaan, terutama yang memerlukan pemadaman.
·         Mempercepat pemulihan gangguan.
5.      Istilah- istilah dalam scada
·         Ascii
·         Com
·         Eepron
·         IO dll



3.2  Saran
       Dalam pembuatan makalah ini penulis masih merasakan banyak kekeliruan didalamnya, baik dari tata penulisan serta pemilihan materi. Oleh karena itu penulis menharapkan kritik serta saran dari pemabaca unruk kedepannya bias menutupi kekurangan tersebut.




DAFTAR PUSTAKA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU : POLITIK SYARIAT ISLAM Dari Indonesia Hingga Nigeria