Makalah Sensor
MAKALAH
SENSOR
OLEH
AZLIN APRIANTO
E1D1 15 005
E1D1 15 005
JURUSAN S1 TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
KATAPENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT
yang masih memberikan nafas kehidupan sehingga penulis dapat menyelesaikan
pembuatan makalah ini dengan judul “Sensor”.
Makalah
ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem instrumentasi .
Makalah ini membahas tentang Definisi, Klasifikasi, Jenis-jenis sensor.
Akhirnya,
penulis ingin menyampaikan terima kasih atas perhatian pembaca terhadap makalah
ini, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi diri
penulis sendiri dan khususnya pembaca pada umumnya.
“Tak
ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini”
Dengan
segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat
penulis harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah
pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.
Kendari, April 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
COVER
KATAPENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
1.2
Rumusan masalah
1.3
Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Sensor Suhu
2.2
Sensor Tahanan
2.3 Sensor kecepatan
2.4. FSR
2.5. Sensor rotari and code
2.6
Sensor prosimity
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sensor adalah piranti yang
mengubah suatu nilai (isyarat/energi) fisik ke nilai fisik yang lain menjadi
satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suatu rangkaian elektronik. Fenomena
fisik yang mampu menstimulus sensor untuk menghasilkan sinyal elektrik meliputi
temperatur, tekanan, gaya, medan magnet cahaya, pergerakan dan sebagainya.
Sensor
adalah alat untuk mendeteksi/mengukur sesuatu, yang digunakan untuk mengubah
variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus
listrik. Dalam lingkungan sistem pengendali dan robotika, sensor memberikan
kesamaan yanag menyerupai mata, pendengaran, hidung, lidah yang kemudian akan
diolah oleh kontroler sebagai otaknya (Petruzella, 2001).
Sensor
dalam teknik pengukuran dan pengaturan secara elektronik berfungsi mengubah
tegangan fisika (misalnya: temperatur, cahaya, gaya, kecepatan putaran) menjadi
besaran listrik yang proposional. Sensor dalam teknik pengukuran dan pengaturan
ini harus memnuhi persyaratan-persyaratan kualitas.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah pada makalah ini adalah sbb:
1.Untuk mengetahui sensor suhu?
2.Untuk mengetahui sensor
tekanan?
3.Untuk mengetahui sensor kecepatan?
4. Untuk mengetahui sensor tekanan FSR?
5.Untuk
mengetahui sensor kecepatan rotari and code?
6. Untuk
mengetahui sensor proximity?
1.3
Tujuan
Adapun
tujuan penulis dalam makalah ini adalah untuk mengetahui pemamparan rumusan
masalah yang dibuat oleh penulis.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sensor adalah piranti yang
mengubah suatu nilai (isyarat/energi) fisik ke nilai fisik yang lain menjadi
satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suatu rangkaian elektronik. Fenomena
fisik yang mampu menstimulus sensor untuk menghasilkan sinyal elektrik meliputi
temperatur, tekanan, gaya, medan magnet cahaya, pergerakan dan sebagainya.
Sensor
adalah alat untuk mendeteksi/mengukur sesuatu, yang digunakan untuk mengubah
variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus
listrik. Dalam lingkungan sistem pengendali dan robotika, sensor memberikan
kesamaan yanag menyerupai mata, pendengaran, hidung, lidah yang kemudian akan
diolah oleh kontroler sebagai otaknya (Petruzella, 2001).
Sensor
dalam teknik pengukuran dan pengaturan secara elektronik berfungsi mengubah
tegangan fisika (misalnya: temperatur, cahaya, gaya, kecepatan putaran) menjadi
besaran listrik yang proposional. Sensor dalam teknik pengukuran dan pengaturan
ini harus memnuhi persyaratan-persyaratan kualitas.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah pada makalah ini adalah sbb:
1.Untuk mengetahui sensor suhu?
2.Untuk mengetahui sensor
tekanan?
3.Untuk mengetahui sensor kecepatan?
4. Untuk mengetahui sensor tekanan FSR?
5.Untuk
mengetahui sensor kecepatan rotari and code?
6. Untuk
mengetahui sensor proximity?
1.3
Tujuan
Adapun
tujuan penulis dalam makalah ini adalah untuk mengetahui pemamparan rumusan
masalah yang dibuat oleh penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sensor Suhu
Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran panas menjadi
besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Karakteristik
sensor suhu ditentukan dari sejauh mana sensor tersebut memiliki kemampuan yang
baik dalam mendeteksi setiap perubahan suhu yang ingin dideteksinya. Kemampuan
mendeteksi perubahan suhu meliputi:
1.
Sensitifitas, yaitu ukuran seberapa
sensitif sensor terhadap suhu yang dideteksinya. Sensor yang baik akan
mampu mendeteksi perubahan suhu meskipun kenaikan suhu tersebut sangat sedikit.
Sebagai gambaran sebuah inkubator bayi yang dilengkapi dengan sensor yang
memiliki sensitifitas yang tinggi.
2.
Waktu respon dan waktu recovery,
yaitu waktu yang dibutuhkan sensor untuk memberikan respon terhadap suhu yang
dideteksinya. Semakin cepat waktu respon dan waktu recovery maka semakin baik
sensor tersebut.
3.
Stabilitas dan daya tahan, yaitu
sejauh mana sensor dapat secara konsisten memberikan besar sensitifitas yang
sama terhadap suhu , serta seberapa lama sensor tersebut dapat terus digunakan.
Ada 4 jenis utama sensor suhu yang biasa digunakan :
1.
Thermokopel
Thermokopel ditemukan
oleh Thomas Johan Seebeck tahun 1820 dan dikenal dengan Efek Seebeck.Thermokopel
pada pokoknya terdiri dari sepasang penghantar yang berbeda disambung las
dilebur bersama satu sisi membentuk “hot” atau sambungan pengukuran yang ada
ujung-ujung bebasnya untuk hubungan dengan sambungan referensi. Perbedaan suhu
antara sambungan pengukuranmdengan sambungan referensi harus muncul untuk alat
ini sehingga berfungsi sebagai thermokopel.
(a) Thermokopel
(b) Simbol thermokopel
Kombinasi jenis logam penghantar yang
digunakan menentukan karakteristik linier suhu terhadap tegangan.
Tipe-tipe kombinasi logam penghantar
thermokopel:
·
Tipe E (kromel-konstantan)
·
Tipe J
(besi-konstantan)
·
Tipe K (kromel-alumel)
·
Tipe R-S
(platinum-platinum rhodium)
·
Tipe T
(tembaga-konstantan)
2.
Detektor Suhu Tahanan
Konsep utama dari yang mendasari
pengukuran suhu dengan detektor suhu tahanan (resistant temperature detector =
RTD) adalah tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu.
Kesebandingan variasi ini adalah presisi dan dapat diulang lagi
sehingga memungkinkan pengukuran suhu yang konsisten
melalui pendeteksian tahanan. Bahan yang sering digunakan RTD
adalah platina karena kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas.
(a) Detektor suhu tahanan
(b) Simbol RTD
3.
Thermistor
Adalah resistor yang peka terhadap
panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Karena suhu meningkat,
tahanan menurun dan sebaliknya. Thermistor sangat peka (perubahan tahanan
sebesar 5 % peroC) oleh karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil
di dalam suhu.
4.
Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC)
Sensor suhu dengan IC ini
menggunakan chip silikon untuk elemen yang merasakan (sensor). Memiliki
konfigurasi output tegangan dan arus. Meskipun terbatas dalam rentang suhu
(dibawah 200oC), tetapi menghasilkan output yang sangat linear di
atas rentang kerja.
2.2 Sensor Proximity
Sensor proximity merupakan suatu sensor atau saklar
yang mendeteksi adanya target (jenis logam) dengan tanpa adanya kontak fisik,
sensor jenis ini biasanya terdiri dari alat elektonis solid-state yang
terbungkus rapat untuk melindunginya dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi,
dan korosif yang berlebihan. Sensor ini dapat diaplikasikan pada kondisi
penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil/lunak untuk menggerakkan
suatu mekanis saklar. Prinsip kerjanya adalah dengan memperhatikan perubahan
amplitudo suatu lingkungan medan frekuensi tinggi.
Secara bahasa berarti, proximity artinya jarak atau kedekatan,
sedangkan switch artinya saklar jadi
definisinya adalah sensor atau saklar otomatis yang mendeteksi logam
berdasarkan jarak yang diperolehnya, artinya sejauhmana kedekatan object yang
dideteksinya dengan sensor, sebab karakter dari sensor ini, mendeteksi object
yang cukup dekat dengan satuan mili meter, umumnya sensor ini mempunyai jarak
deteksi yang bermacam-macam seperti 5,7,10,12, dan 20 mm tergantung dari type
sensor yang digunakan, semakin besar angka yang tercantum pada typenya,maka
semakin besar pula jarak deteksinya, selain itu sensor ini mempunyai tegangan
kerja antara 10-30 Vdc atau ada juga yang menggunakan tegangan AC 100-200Vac.
Gambar Sensor prisimitif
Ada beberapa hal atau kondisi digunakannya sensor ini antara lain:
·
Objek yang dideteksi terlalu kecil.
·
Respon cepat dan kecepatan switching diperlukan.
·
Objek yang dideteksi harus diindra/check dengan adanya pembatasan non
metalik (non logam) seperti kaca, plastik, dan kertas karton.
·
Lingkungan yang berbahaya, dimana lingkungan tersebut tidak diizinkan
adanya kontak mekanik.
Untuk
memasang proximity sensor harus memperhatikan faktor dibawah ini:
·
Kondisi operasi, berupa arah pergerakan yang membutuhkan jarak sensing dan
menimbulkan vibrasi, bentuk objek yang dideteksi (bulat, kotak dll.), dan jarak
sensor.
- Kondisi Listrik, berupa tegangan kerja dan
sumber tegangan yang dipakai (AC/DC).
- Kondisi lingkungan, berupa temperature
atau kelambaban, lingkungan sekitar dan udara, bahan kimia khusus.
- Kondisi
lain, berupa keekonomisan harga, pemakaian yang sangat penting.
a.
Jarak Deteksi
Jarak deteksi adalah jarak dari posisi yang
terbaca dan tidak terbaca sensor untuk operasi kerjanya ketika obyek benda
digerakkan oleh metode tertentu.
Gambar 2. Jarak deteksi
b. Atur Jarak
Jarak dari permkaan referensi yang memungkinkan
penggunaan stabil, termasuk pengaruh suh, dan tegangan ke posisi objek
(standar) sensing transit, ini adalah sekitar 70% sampai 80% cari jarak (nilai)
normal sensing.
Gambar 3. Atur jarak
Cara Kerja Sensor Proximity
Seperti yang telah disebutkan diatas,
sensor ini bekerja berdasarkan jarak object terhadap sensor, ketika ada object
logam yang mendekat kepadanya dengan jarak yang sangat dekat 5 mm misalkan,
maka sensor akan bekerja dan menghubungkan kontaknya, kemudian melalui kabel
yang tersedia bisa dihubungkan ke perangkat lainnya seperti lampu indikator,
relay, dan lain-lain. Pada saat sensor ini sedang bekerja atau mendeteksi
adanya logam (besi) maka akan ditandai dengan lampu kecil berwarna merah atau
hijau yang ada dibagian atas sensor, sehingga memudahkan kita dalam memonitor
kerja sensor atau ketika melakukan preventive maintenace.
2.3 .
Sensor Tekanan
Sensor tekanan adalah sensor untuk
mengukur tekanan suatu zat. Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan
gaya (F) per satuan luas (A). Satuan tekanan sering digunakan untuk
mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas.
Satuan tekanan dapat dihubungkan
dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu
tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat
digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada
di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.
Akan tetapi pernyataan ini tidak
selamanya benar atau terkecuali untuk uap air, uap air jika tekanan
ditingkatkan maka akan terjadi perubahan dari gas kembali menjadi cair.
(dikutip dari wikipedia : kondensasi). Rumus dari tekanan dapat juga digunakan
untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi
tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan
tekanan yang lebih tinggi.
Prinsip kerja dari sensor
tekanan
ini adalah mengubah tegangan
mekanis menjadi sinyal listrik. Kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa
tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang. Perubahan tekanan
pada kantung menyebabkan perubahan posisi inti kumparan sehingga mengakibatkan
perubahan induksi magnetik pada kumparan. Kumparan yang digunakan adalah
kumparan CT (center tap), dengan demikian apabila inti mengalami pergeseran
maka induktansi pada salah satu kumparan bertambah sementara induktansi pada
kumparan yang lain berkurang. Kemudian pengubah sinyal berfungsi untuk mengubah
induktansi magnetik yang timbul pada kumparan menjadi tegangan yang sebanding.
Faktorlingkungan yang mempengaruhikinerja sensor:
·
Keadaancuaca yang tidakmenentu
· KeadaanSuhupadasuatulingkungan
· Tekanansekitar
sensor
· Umurdarikomponen
sensor tersebut
Aplikasi sensor tekanan adalah:
§ Motor bensin
§ Pesawatterbang
§ Pengukurtekanan
ban
§ ketinggian,
pesawatterbang, roket, satelit, balonudaradll
atau
kerap disebut sebagai FSR ini merupakan sebuah sensor tekanan yang akan
memiliki resistansi yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya pressure atau
tekanan yang diberikan pada area sensornya. Bermacam-macam ukuran dari FSR ini,
diantaranya ada yang memiliki area sensor berukuran hanya 0.16 inch atau
sekitar 4mm.
Semakin besar tekanan yang diberikan maka akan semakin
kecil output resistansi dari sensor ini. Saat tidak ada tekanan diberikan,
biasanya resistansi sensor ini lebih dari 1 Mega ohm, sedangkan pada tekanan
penuh resistansinya bisa sampai 1 Kilo ohm bahkan kurang.
Gambar
sensor FSR
·
Sensor
ini mempunyai lebar kaki 100mil (selebar pin ke pin pada IC DIP)
·
Mudah
sekali digunakan sebagai sensor tekanan, hanya saja hasil pembacaannya tidak
selalu akurat.
·
Semakin
besar tekanan yang diberikan maka akan semakin kecil output resistansi dari
sensor ini. Saat tidak ada tekanan diberikan, biasanya resistansi sensor ini
lebih dari 1 Mega ohm, sedangkan pada tekanan penuh resistansinya bisa sampai 1
Kilo ohm bahkan kurang.
·
Sensor
ini mempunyai lebar kaki 100mil (selebar pin ke pin pada IC DIP)
·
Mudah
sekali digunakan sebagai sensor tekanan, hanya saja hasil pembacaannya tidak
selalu akurat.
2.4 Sensor Kecepatan (RPM)
merupakan proses
kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui
generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan
putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor
yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan
magnetisterjadi. Kecepatan adalah jarak yang ditempuh oleh suatu
benda dalam suatu waktu. Kecepatan yang biasa diukur dalam satuan kecepatan
yaitu:
a. Meter per detik
dengan simbol m/detik
b. Kilometer per
jam dengan simbol km/jam atau kph
c. Mil per jam
dengan simbol mil/jam atau mph
d. Knot merupakan
singkatan dari nautical mile per jam
e. Mach yang
diambil dari kecepatan suara. Mach 1 adalah kecepatan suara.
f. Kecepatan
cahaya atau disebut juga sebagai konstanta cahaya dinyatakan
dengan simbol C
B. Rotari and Code
Rotary Encoder Autonics pada umumnya dikenal
sebagai sensor kecepatan. Rotary Encoder Autonics merupakan alat elektromekanik
yang dapat memonitor gerakan dan posisi. Rotary Encoder Autonics menggunakan
sensor optik untuk menghasilkan serial pulsa yang dapat diartikan menjadi
gerakan, posisi, dan arah. Sehingga posisi sudut suatu poros benda berputar
dapat diolah menjadi informasi berupa kode digital oleh Rotary Encoder Autonics
untuk diteruskan oleh rangkaian kendali.
Rotary Encoder Autonics mendeteksi piringan yang berputar dengan kecepatan tertentu kemudian dilakukan proses pembacaan kode yang ada pada permukaan piringan tersebut. Karena mendeteksi perputaran, Rotary Encoder Autonics dimanfaatkan untuk melakukan suatu pengukuran terutama dalam pengukuran kecepatan. Rotary Encoder Autonics biasanya digunakan pada pengendalian robot, motor drive dan sebagainya.
Pada era globalisasi seperti saat ini, penggunaan alat otomatisasi dari Autonics seperti Rotary Encoder Autonics sangat bermanfaat untuk membantu kebutuhan industi.
Rotary Encoder Autonics mendeteksi piringan yang berputar dengan kecepatan tertentu kemudian dilakukan proses pembacaan kode yang ada pada permukaan piringan tersebut. Karena mendeteksi perputaran, Rotary Encoder Autonics dimanfaatkan untuk melakukan suatu pengukuran terutama dalam pengukuran kecepatan. Rotary Encoder Autonics biasanya digunakan pada pengendalian robot, motor drive dan sebagainya.
Pada era globalisasi seperti saat ini, penggunaan alat otomatisasi dari Autonics seperti Rotary Encoder Autonics sangat bermanfaat untuk membantu kebutuhan industi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini
adalah
1.
Sensor suhu adalah alat yang
digunakan untuk merubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan
mudah dianalisis besarnya. Karakteristik sensor suhu ditentukan dari sejauh
mana sensor tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam mendeteksi setiap
perubahan suhu.
2.
Sensor proximity merupakan suatu sensor
atau saklar yang mendeteksi adanya target (jenis logam) dengan tanpa adanya buat oleh penulis masih kurang bagus, dan
mungkin ada kata yg tak sesuai yang di tulis.kontak fisik, sensor jenis ini biasanya
terdiri dari alat elektonis solid-state yang terbungkus rapat untuk
melindunginya dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang
berlebihan.
3.
Sensor tekanan adalah sensor untuk
mengukur tekanan suatu zat. Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan
gaya (F) per satuan luas (A). Satuan tekanan sering digunakan untuk
mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas.
4.
Sensor kecepatan merupakan
proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada
suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan
kecepatan putaran object.
5.
FSR
ini merupakan sebuah sensor tekanan yang akan memiliki resistansi yang
berubah-ubah sesuai dengan besarnya pressure atau tekanan yang diberikan pada
area sensornya. Bermacam-macam ukuran dari FSR ini, diantaranya ada yang
memiliki area sensor berukuran hanya 0.16 inch atau sekitar 4mm.
6.
Rotary Encoder Autonics pada umumnya dikenal
sebagai sensor kecepatan. Rotary Encoder Autonics merupakan alat elektromekanik
yang dapat memonitor gerakan dan posisi
3.2 Saran
Saran penulis yaitu adanya
kritik dari pembaca apabila makalah yang di buat oleh penulis masih kurang
bagus, dan mungkin ada kata yg tak sesuai yang di tulis.
DAFTAR PUSTAKA
http Academia.edu








Komentar
Posting Komentar